Bila ada
yang tersindir dengan tema diatas kiranya bisa dimaafkan karena bukan bermaksud
menyindir namun bila sudah terlanjur tidak apalah agar bisa dijadikan renungan.
Indonesia
memang dikenal sebagai negara mayoritas muslim terbesar didunia. Konon menurut
sejarah kemerdekaan indonesia berkat semangat jihad para pemuda muslim melawan
penjajah imperalisme yang bercokol dinegeri ini. Dengan gema takbir yang
membakar semangat mereka untuk segera mengusir penjajah belanda. Semangat yang
tidak pernah padam dengan dilandasi oleh keimanan. Perjuangan untuk meraih
kemenangan atau mati syahid dijalan allah.
Indonesia
menjadi negeri terbesar beragama islam tentu tidak lepas dari kontribusi dakwah
dari para tokoh-tokoh pembesar umat islam seperti ulama,kyai, dan ustad yang
memberikan pencerahan kepada penduduk indonesia. Perjuangan mereka patut
diacungkan jempol karena tentu banyak hal yang dikorbankan baik harta,tenaga,
dan pikiran demi menegakkan kalimat
tauhid dinusantara yang dimulai dari titik nol.
Setelah
indonesia merdeka secara fisik dari penjajahan belanda, dengan berhasil
mengusir penjajah yang kemudian diproklamirkan oleh presiden soekarno pada
tahun 1945 yang dikenal sebagai tahun kemerdekaan indonesia dan dengan bangga
para pejuang kemerdekaan mengatakan indonesia telah merdeka, kita sudah bebas,
tidak ada lagi penindasan, pelecehan, dll.
Akan
tetapi seiring pergantian waktu, indonesia kini kembali terjajah, fakta bahwa
indonesia kembali terjajah adalah kita bisa melihat SDA indonesia banyak
diambil dan dirampok oleh asing tanpa disadari. Kekayaan SDA indonesia
kebanyakan dinikmati oleh asing dibanding rakyat negeri sendiri, sehingga kita
dapat melihat rakyat indonesia banyak yang miskin. Dari tehun ketahun
kemiskinan menjerat indonesia dan tidak ada solusi yang komprehensif untuk
meneyelasikan kemiskinan dinegeri ini.
Penjajahan
masa kini jauh lebih canggih dibanding sebelumnya, secara kasat mata penjajahan
itu memang tak nampak adanya sebab mereka tak menjajah secara fisik tetapi
secara pemikiran inilah yang disebut penjajahan gaya baru. Sistem penjajahan
yang lebih berbahaya. Sebab bila kita tidak memiliki konsep pemikiran yang jitu
maka jangan harap bisa menghentikan mereka. Karena penjajahan ini hanya dapat
dilawan dengan kekuatan pemikiran pula. Dalam islam penjajahan ini sebanarnya
sangat mudah untuk disingkirkan sebab islam memiliki konsep ketahanan berfikir
yang dapat memfilter pemikiran-pemiran asing yang masuk. Dalam al quran dan
sunah letak kekuatan pemikiran muslim. Disitulah petunjuk untuk mengenali
kelemahan-kelemahan pemikiran asing itu. Andai islam yang dijadikan sistem
kehidupan maka tak ada pemikiran asing yang berani menancapkan ide-idenya yang
bertentangan dengan islam dan merusak kehidupan umat manusia apalagi menjajah.
Namun sayang islam hanya sebatas status yang melekat pada masing-masing
individu dan tidak ada pengaruhnya dalam kehidupan. Sehingga nampaklah kegoncangan
yang terjadi yang dihadapi oleh pemuda muslim.
Keimanan
mereka mulai tergerus,secara perlahan tapi pasti. para penguasa dan pemimpin
merekapun telah menjadi kaki tangan para penjajah. sehingga dengan gampang para
pemikiran liar menyusup ditengah-tengah umat melalui pemimpin boneka. Sehingga
pemikiran itu menyasar pemuda muslim hingga mereka tidak peduli dengan
agamanya. Hingga agama dipahami hanya sebatas kulit bukan isi.
Bila
pemuda dulu berjuanng bersungguh-sungguh untuk mengusir penjajah namun pemuda
masa kini berjuang dengan gigih untuk mempertahankan mereka agar tidak
digantikan oleh yang lain, meskipun dari islam. Seperti paham demokrasi,
kapitalisme, dan isme-isme yang lainya yang dijunjung tinggi melebihi yang
lainya.
Walaupun
muslim indonesia secara kuantitas banyak namun secara kualitas sangat
dipertanyakan sebagai muslim yang digariskan oleh allah. Dan islam yang
dicontohkan oleh baginda rasul saw. Secara kualitas sesungguhnya tidak ada
pengaruhnya dalam kehidupan, statusnya sebagai seorang muslim sudah tak lagi
ditempatkan pada tempat yang sebenarnya.
Beginilah
kondisi umat muslim dinegeri yang mayoritas beragama islam. Kerusakan pemikiran
para generasi muslim tak terelakkan lagi. Para pemimpin mereka membiarkan bergumul
dengan ide-ide atau paham yang merusak substansi keimanan generasi muslim.
Sehingga dari sinilah awal hancunya generasi islam.
Untuk
itu, hanya ada satu solusi untuk dapat memurnikan kembali pemikiran umat islam
yakni dengan mendirikan bangunan yang berasaskan islam dengan petunjuk al quran
dan sunnah dan tentu pemimpin yang amanah yang taat dengan syariat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar