06 Juni, 2015

Muslim Kuantitas Miskin Kualitas

Bila ada yang tersindir dengan tema diatas kiranya bisa dimaafkan karena bukan bermaksud menyindir namun bila sudah terlanjur tidak apalah agar bisa dijadikan renungan.
Indonesia memang dikenal sebagai negara mayoritas muslim terbesar didunia. Konon menurut sejarah kemerdekaan indonesia berkat semangat jihad para pemuda muslim melawan penjajah imperalisme yang bercokol dinegeri ini. Dengan gema takbir yang membakar semangat mereka untuk segera mengusir penjajah belanda. Semangat yang tidak pernah padam dengan dilandasi oleh keimanan. Perjuangan untuk meraih kemenangan atau mati syahid dijalan allah.
Indonesia menjadi negeri terbesar beragama islam tentu tidak lepas dari kontribusi dakwah dari para tokoh-tokoh pembesar umat islam seperti ulama,kyai, dan ustad yang memberikan pencerahan kepada penduduk indonesia. Perjuangan mereka patut diacungkan jempol karena tentu banyak hal yang dikorbankan baik harta,tenaga, dan  pikiran demi menegakkan kalimat tauhid dinusantara yang dimulai dari titik nol.
Setelah indonesia merdeka secara fisik dari penjajahan belanda, dengan berhasil mengusir penjajah yang kemudian diproklamirkan oleh presiden soekarno pada tahun 1945 yang dikenal sebagai tahun kemerdekaan indonesia dan dengan bangga para pejuang kemerdekaan mengatakan indonesia telah merdeka, kita sudah bebas, tidak ada lagi penindasan, pelecehan, dll.
Akan tetapi seiring pergantian waktu, indonesia kini kembali terjajah, fakta bahwa indonesia kembali terjajah adalah kita bisa melihat SDA indonesia banyak diambil dan dirampok oleh asing tanpa disadari. Kekayaan SDA indonesia kebanyakan dinikmati oleh asing dibanding rakyat negeri sendiri, sehingga kita dapat melihat rakyat indonesia banyak yang miskin. Dari tehun ketahun kemiskinan menjerat indonesia dan tidak ada solusi yang komprehensif untuk meneyelasikan kemiskinan dinegeri ini.
Penjajahan masa kini jauh lebih canggih dibanding sebelumnya, secara kasat mata penjajahan itu memang tak nampak adanya sebab mereka tak menjajah secara fisik tetapi secara pemikiran inilah yang disebut penjajahan gaya baru. Sistem penjajahan yang lebih berbahaya. Sebab bila kita tidak memiliki konsep pemikiran yang jitu maka jangan harap bisa menghentikan mereka. Karena penjajahan ini hanya dapat dilawan dengan kekuatan pemikiran pula. Dalam islam penjajahan ini sebanarnya sangat mudah untuk disingkirkan sebab islam memiliki konsep ketahanan berfikir yang dapat memfilter pemikiran-pemiran asing yang masuk. Dalam al quran dan sunah letak kekuatan pemikiran muslim. Disitulah petunjuk untuk mengenali kelemahan-kelemahan pemikiran asing itu. Andai islam yang dijadikan sistem kehidupan maka tak ada pemikiran asing yang berani menancapkan ide-idenya yang bertentangan dengan islam dan merusak kehidupan umat manusia apalagi menjajah. Namun sayang islam hanya sebatas status yang melekat pada masing-masing individu dan tidak ada pengaruhnya dalam kehidupan. Sehingga nampaklah kegoncangan yang terjadi yang dihadapi oleh pemuda muslim.
Keimanan mereka mulai tergerus,secara perlahan tapi pasti. para penguasa dan pemimpin merekapun telah menjadi kaki tangan para penjajah. sehingga dengan gampang para pemikiran liar menyusup ditengah-tengah umat melalui pemimpin boneka. Sehingga pemikiran itu menyasar pemuda muslim hingga mereka tidak peduli dengan agamanya. Hingga agama dipahami hanya sebatas kulit bukan isi.
Bila pemuda dulu berjuanng bersungguh-sungguh untuk mengusir penjajah namun pemuda masa kini berjuang dengan gigih untuk mempertahankan mereka agar tidak digantikan oleh yang lain, meskipun dari islam. Seperti paham demokrasi, kapitalisme, dan isme-isme yang lainya yang dijunjung tinggi melebihi yang lainya.
Walaupun muslim indonesia secara kuantitas banyak namun secara kualitas sangat dipertanyakan sebagai muslim yang digariskan oleh allah. Dan islam yang dicontohkan oleh baginda rasul saw. Secara kualitas sesungguhnya tidak ada pengaruhnya dalam kehidupan, statusnya sebagai seorang muslim sudah tak lagi ditempatkan pada tempat yang sebenarnya.
Beginilah kondisi umat muslim dinegeri yang mayoritas beragama islam. Kerusakan pemikiran para generasi muslim tak terelakkan lagi. Para pemimpin mereka membiarkan bergumul dengan ide-ide atau paham yang merusak substansi keimanan generasi muslim. Sehingga dari sinilah awal hancunya generasi islam.

Untuk itu, hanya ada satu solusi untuk dapat memurnikan kembali pemikiran umat islam yakni dengan mendirikan bangunan yang berasaskan islam dengan petunjuk al quran dan sunnah dan tentu pemimpin yang amanah yang taat dengan syariat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar